APJII Gelar Doa Bersama

APJII Gelar Doa Bersama / Dok. APJII 2021

JAKARTA – Wabah Covid-19 belum usai. Setahun sudah dunia dihantam pandemi. Banyak korban akibat pagebluk ini. Berdasarkan data pemerintah Indonesia, per 28 Juli 2021, kasus baru Corona bertambah sebanyak 47.791. Sementara itu, tambahan kasus sembuh sebanyak 43.856 dan kasus meninggal akibat Corona sebanyak 1.824

Oleh sebab itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menggelar doa bersama agar negeri ini bisa cepat lepas dari wabah Covid-19. Doa bersama ini dipimpin oleh Ustad Muhammad Nur Maulana melalui daring dengan diikuti lebih dari 60 anggota APJII, Rabu (28/7).

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengatakan beberapa pekan terakhir ini pandemi Covid-19 mengalami peningkatan signifikan. Dengan doa bersama ini, diharapkan seluruh anggota APJII dan keluarga diberikan kesehatan, terus optimis serta berikhtiar menghadapi situasi tak menentu.

“Doa bersama ini, kami berharap seluruh anggota APJII dan keluarganya sehat. Dan mudah-mudahan negeri ini bisa segera keluar dari pandemi Covid-19,” jelas Jamal.

Continue reading

ISP Kembali Dapat Insentif, APJII Apresiasi Peraturan Menteri Keuangan No 9/2021 tentang Insentif Pajak Kala Pandemi

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyambut baik Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 9/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Covid-19.

Kebijakan yang efektif mulai 1 Februari 2021 hingga Juni ini merupakan pengganti PMK No 86/2020.

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, menjelaskan perusahaan jasa internet atau internet service provider (ISP) masuk kategori penerima insentif pajak di PMK No 9/2021. Ini berdasarkan lampiran PMK No 9, ISP ada di urutan 865 dengan kode klasifikasi lapangan usaha (KLU) 61921 dan nama KLU internet service provider (ISP).

“APJII menyambut positif ISP mendapat insentif pajak di PMK No 9, karena mayoritas anggota Asosiasi adalah ISP,” ujar Jamal, Rabu (24/2).

Menurut Jamal, masuknya ISP dalam PMK No 9 itu sebenarnya melanjutkan dari PMK sebelumnya (No 86), yang mana ISP sudah masuk sebagai penerima insentif pajak kala pandemi dengan masa berlakunya Desember 2020.

Saat itu, APJII mengirimkan surat ke Kementerian Keuangan RI untuk meminta perpanjangan insentif. Yang seperti diketahui bersama, akhirnya permintaan APJII itu dipenuhi pemerintah lewat terbitya PMK No 9/2021 sebagai pengganti PMK No 86.

Menurut APJII, ISP mendapat insentif pajak penghasilan (PPh) pasal 21, 23, dan PPh 25 di PMK No 9/2021. Sedangkan PPh pasal 29 belum disetujui.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kementerian Keuangan RI Hestu Yoga Saksama sebelumnya menjelaskan, insentif (pajak) ini dapat diberikan apabila kode klasifikasi lapangan usaha (KLU) wajib pajak pada SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 atau pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2019 telah sesuai dengan KLU pada ketentuan peraturan ini.

Menurutnya, wajib pajak yang sudah memiliki surat keterangan bebas (SKB) atau menyampaikan pemberitahuan pemanfaatan insentif untuk tahun pajak 2020, harus mengajukan permohonan SKB atau menyampaikan pemberitahuan pemanfaatan insentif kembali untuk mendapatkan insentif ini di tahun pajak 2021. Pengajuan permohonan, penyampaian pemberitahuan, dan laporan realisasi dilakukan secara online melalui laman pajak.go.id. Laporan realisasi disampaikan setiap bulan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

SIARAN PERS APJII: Pekerja Bidang Jaringan Telekomunikasi Siap Divaksin

Ilustrasi pekerja / Sumber: InvestorDaily/ Antara

JAKARTA, SENIN, 22 Februari 2021 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan seluruh pekerja lapangan pada bidang jaringan telekomunikasi siap untuk menerima vaksin Covid-19.

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyatakan saat ini berdasarkan data internalnya terdapat lebih dari 100 ribu pekerja jaringan telekomunikasi yang berada di garda terdepan.

“Mereka adalah garda terdepan dalam menangani jaringan telekomunikasi. Terlebih, kala masyarakat harus selalu terkoneksi internet di rumah untuk melakukan aktivitasnya baik bekerja, belajar, maupun beribadah, para pekerja jaringan di lapangan selalu sigap untuk melayani,” ungkap Jamal.

Continue reading

Pandemi Covid-19 Jadi Pelajaran Penting Bisnis Internet

JAKARTA – Pandemi Covid-19 di sisi lain menjadi pelajaran baru bagi seluruh masyarakat. Perilaku yang berubah dalam berbagai aktivitas. Pada akhirnya mengandalkan internet sebagai ‘senjata’ di setiap kegiatan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza saat diskusi tentang ‘Industri Internet di Indonesia Pasca Pandemi’ yang disiarkan secara live di channel Sekretariat APJII, belum lama ini.

“Covid ini ada sisi positif sebetulnya. Ini guru terbaik yang mengubah masyarakat Indonesia bagaimana belajar secara jarak jauh. Dulu, kalau kita mencoba untuk e-learning sangat-sangat susah. Apalagi meeting online dan lain sebagainya. Tapi sekarang, semua orang itu sudah terbiasa melakukan aktivitasnya secara virtual,” kata dia.

Meski begitu, dari sisi bisnis para anggota APJII tidak seluruhnya bisa mereguk untung dari kesempatan ini. Sebab, kebanyakan dari 500 anggota APJII, bisnisnya mengandalkan dari sisi Business to Business (B2B).

Continue reading

SIARAN PERS: Pendapatan Anggota APJII Turun Hingga 30 Persen Akibat Covid-19

JAKARTA, 22 Juni 2020 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan survei terhadap lebih dari 500 anggotanya yang dilakukan pada 8 Mei 2020 sampai dengan 10 Juni 2020. Survei ini dilakukan terkait dengan dampak Covid-19 terhadap jalannya bisnis serta langkah yang dilakukan anggota APJII menghadapi pandemi ini.

Dalam survei tersebut, terlihat dampak Covid-19 mengakibatkan sebagian besar kontrak kerja menjadi batal atau restruktur ulang perjanjian. Problem ini tentunya mengakibatkan mayoritas pendapatan anggota menurun drastis. 

Hasil survei menyebutkan bahwa 34,5 persen telah terjadi pembatalan dan restruktur (penundaan kontrak) yang dialami anggota APJII. Akibatnya, 44,8 persen pendapatan anggota turun hingga 30 persen.

Pandemi yang entah kapan selesai ini, secara tidak langsung mengancam keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh anggota APJII. Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah pada Maret lalu, roda bisnis anggota APJII pun mulai melambat.

Continue reading