APJII Sampaikan Draf Final Usulan Insentif Perpajakan ISP ke Pemerintah Kamis Pekan Ini

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan finalisasi terhadap draf insentif perpajakan bagi perusahaan jasa internet atau internet service provider (ISP) di tengah masa pandemi Covid-19. Draf tersebut diminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, setelah APJII mengirim surat usulan pemberian insentif pada ISP pada akhir Maret lalu.

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, menjelaskan Kemenko Perekonomian sudah membalas surat APJII tersebut dan meminta Asosiasi melaporkan secara detail data-data pendukung usulan insentif tersebut. Saat ini Asosiasi sedang menyusun data-data yang diminta pemerintah.

“Sekarang APJII sedang koordinasikan data-data detail yang diminta pemerintah. Asosiasi sedang buat draf-nya dan rencanaya akan disampaikan ke pemerintah pada Kamis pekan ini,” ujar Jamal pada Buletin APJII, Rabu (8/4).

Perlu diketahui, perusahaan jasa internet (ISP) atau sektor telekomunikasi secara umum dibebani pajak BHP sebesar 0,5 persen dan kontribusi USO sebesar 1,25 persen setiap tahun, masing-masing diambil dari pendapatan kotor perseroan. Namun, kini kondisi bisnis atau ekonomi dalam situasi tidak normal akibat pandemi Covid-19, yang memukul banyak sektor/industri, termasuk telekomunikasi.

Maka itu, saat pemerintah merilis Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 Bidang Usaha, industri telekomunikasi dirasa perlu mendapatkan insentif itu. Sebab, sektor telekomunikasi punya peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah seperti belajar dan bekerja dari rumah. Selain itu, sektor ini sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 menjadi tulang punggung transformasi digital menuju Indonesia 4.0.

“APJII berharap pemerintah perlu memikirkan industri telekomunikasi mendapat paket kebijakan insentif pajak tersebut. Terlebih di situasi pandemi Covid-19 ini, sektor telekomunikasi memiliki peranan yang tak kalah penting,” pungkas Jamal.

Press Release: APJII Berharap Pemerintah Memberikan Keringanan Pajak

APJII

JAKARTA, Selasa, 24 Maret 2020 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mendukung upaya pemerintah mengatasi laju penyebaran pandemic Covid-19. Antara lain usaha pemerintah adalah dengan menghimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah serta melakukan social distancing atau membatasi diri untuk berinteraksi sosial demi kesehatan.

“Dalam konteks APJII, dukungan kepada pemerintah terkait dengan pandemic Covid-19 ini adalah mengoptimalkan sumber daya yakni Indonesia Internet Exchange (IIX). APJII memiliki 14 IIX yang tersebar di seluruh Indonesia. Konkretnya, memfasilitasi koneksi seluruh konten yang ada di beberapa kampus di Yogyakarta untuk tersambung dengan seluruh IIX APJII sehingga memudahkan para pelajar mengakses konten pendidikan dengan cepat,” kata Ketua Umum APJII, Jamalul Izza.

APJII juga mengapresiasi pemerintah yang menyiapkan Paket Kebijakan Insentif Pajak untuk 19 bidang usaha. Meski begitu, dengan kondisi seperti sekarang ini, semestinya industri telekomunikasi juga mendapatkan keringanan itu.

Sebab, sektor telekomunikasi juga punya peranan penting dalam mendukung kebijakan pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah. Selain itu pula, sektor ini sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 menjadi tulang punggung guna mendukung transformasi digital menuju Indonesia 4.0.

Continue reading

Press Release: Dukung Imbauan Pemerintah Belajar dari Rumah, APJII Maksimalkan Sumber Daya IIX

JAKARTA, Selasa, 17 Maret 2020 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mendukung kebijakan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Tujuan kebijakan ini demi mengurangi penyebaran Covid-19 yang sedang dialami negeri ini. Sebagaimana diketahui, per hari Senin (16/3/2020), berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 134 pasien positif terjangkit Covid-19.

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengatakan, APJII sebagai organisasi internet terbesar di Indonesia siap memaksimalkan sumber daya yang dimiliki saat ini demi mendukung arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Dukungan APJII kepada pemerintah adalah dengan memaksimalkan Indonesia Internet Exchange (IIX) yang dimiliki APJII baik di pusat maupun di wilayah.

“APJII mendukung upaya pemerintah untuk menahan laju penyebaran Covid-19 dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Dalam konteks dukungan APJII ini, kami akan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki yakni dengan mengoptimalkan 14 titik IIX yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Jamalul Izza.

Continue reading

APJII Sumsel Gelar Rakerwil

Foto bersama usai Rakerwil APJII Sumsel / Dok. APJII 2020

PALEMBANG – Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), Sonny Oktapriandi mengatakan pihaknya telah selesai mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). 

Rakerwil tersebut diadakan pada Kamis, (5/3/2020), pekan lalu di Hotel Santika Radial Palembang.

“Ya, pekan lalu kami sudah mengadakan Rakerwil. Total ada 25 perusahaan internet service provider (ISP) yang hadir,” kata Sonny.

Dalam Rakerwil itu, membahas rencana yang akan dilakukan APJII pengurus wilayah Sumsel sepanjang tahun 2020. Rencana itu antara lain, mempercepat perpindahan kantor sekretariat APJII Sumsel.

Continue reading

APJII Bersiap Menggelar Pameran Smart City April Mendatang

Indo Smart City & Regency Expo 2020 / Dok. APJII 2020

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan menggelar event smart city bekerja sama dengan PT. Garindo Media Tama. Rencananya acara tersebut diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta pada 7-9 April 2020.

Acara ini merupakan ikhtiar APJII untuk mengkampanyekan penerapan konsep smart city di seluruh Indonesia. Menurut Gernandi Ganie, Project Manager PT. Garindo Media Tama, event ini akan diselenggarakan dalam bentuk Pameran atau Expo, Forum, Workshop, dan Bimtek.

“Nantinya, di acara expo, exhibitor akan memperkenalkan produk dan sistem yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan Smart City atau Regency di daerahnya masing-masing,” ungkap Andi.

Continue reading