Gelar Literasi Digital, Ketum APJII Singgung Potensi Aceh

BANDA ACEH – Upaya APJII membumikan literasi digital diperluas ke berbagai wilayah. Kali ini giliran Provinsi Aceh yang menjadi tuan rumah edukasi tersebut. Bertempat di Gedung ACC Sultan Selim II, Banda Aceh, APJII bersama Sobat Cyber Indonesia dan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) menggelar seminar dan lokakarya bertemakan literasi digital pada 1 April 2019.

Sejumlah tokoh penting menjadi pembicara dalam acara tersebut. Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjadi keynote speaker. Selain itu ada juga Ketua Umum APJII Jamalul Izza, Ketua PANDI Andi Budimansyah, Ketua Diskominfo Aceh Marwan Nusuf, Miss Internet Indonesia Nathasya EJ Silaen, Founder DIMA DECO DEMI Ali Akbar, dan Ketua Digital Lounge Fajar Ary Prabowo.

“Literasi digital dapat menangkal penyebaran hoaks yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat,” ungkap Ketum APJII Jamalul Izza yang merupakan putera daerah Aceh.

Continue reading

APJII Sulsel Gandeng Ombudsman Mencanangkan Pelayanan Publik Berbasis Digital

Seminar Pelayanan Publik yang Diselenggarakan APJII Sulsel Bertema ‘Menyongsong Pelayanan Publik Berbasis Digital dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Desa yang Efektif, Akuntabel, dan Bebas Maladministrasi’ di Hotel Novotel Grand Shayla, Makassar, Senin (1/4/2019) – Dok APJII 2019

MAKASSAR – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar seminar pelayanan publik. Seminar yang diselenggarakan di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar itu bertema ‘Menyongsong Pelayanan Publik Berbasis Digital dalam Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Desa yang Efektif, Akuntabel, dan Bebas Maladministrasi’.

Arry Abdi Syalman, Ketua APJII Wilayah Sulsel mengatakan, kegiatan ini diharapkan sebagai cikal bakal tumbuhnya kerja sama dan sinergi antara perusahaan internet service provider (ISP) anggota APJII dengan pemerintah provinsi hingga desa dalam menyediakan layanan internet.

Continue reading

Rakorwil APJII Bahas IIX dan Peningkatan Kepengurusan Wilayah

Foto Bersama seluruh Pengwil usai Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Makassar, Rabu (20/04/2019) – Dok. APJII 2019

MAKASSAR – Peningkatan peran kepengurusan wilayah menjadi salah satu tema pembahasan Rakorwil yang digelar pada 20-22 Maret 2019 di Swiss-belhotel, Makassar.

Ketua Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah APJII Zulfadly Syam mengatakan ada tiga persoalan yang didiskusikan dalam Rakorwil kali ini. Pertama, bagaimana mengoptimalkan IIX node yang ada di wilayah. Kedua, peningkatan peran kepengurusan wilayah. Ketiga, standarisasi  mekanisme operasi.

“Rakorwil kali ini diawali dengan evaluasi terhadap seluruh pengwil, lalu pemaparan laporan kegiatan periode September 2018-Maret 2019,” ungkapnya.

Anggota Apjii di wilayah-wilayah memang menjadi tulang punggung bisnis internet di Indonesia. Oleh sebab itu, berbagai upaya siap dilakukan guna mendukung kinerja anggota di setiap daerah.

Continue reading

Setelah Tertunda, APJII Segera Gelar Miss Internet Indonesia 2019 pada September

Arnold Makasau saat acara serah terima Miss Internet Indonesia dan Miss Internet DKI Jakarta, Maret 2019

JAKARTA – Setelah tertunda pada tahun lalu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) akan kembali menggelar grand final Miss Internet Indonesia (MII) pada September 2019.

Arnold Makasau, Ketua Panitia MII 2019, menjelaskan akan ada hal baru dalam proses seleksi MII 2019. Selain tetap mengedepankan kecerdasan (smart) ketimbang kecantikan fisik, secara konsep APJII akan mengubah MII 2019.

“MII 2019 kami akan fokus pada program pasca-pemilihan Miss Interet Indonesia. Jadi kami akan buat program MII satu tahun penuh untuk memmperkenalkan internet sehat, aman, dan produktif kepada masyarakat,” ujar Arnold usai serah terima Miss Internet Indonesia dan Miss Internet DKI Jakarta di Sekretariat APJJI di Jakarta, pada Rabu (13/3).

Continue reading

Kemkominfo Blokir 11.803 Konten Bermuatan Radikalisme

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.

Laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, menunjukkan berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di facebook dan instagram, yakni sebanyak 8.131 konten. Sementara di twitter sebanyak 8.131 konten.

“Adapun konten  radikalisme dan terorisme yang diblokir di google/youtube sebanyak 678 konten. Kemudian 614 konten di platform telegram, 502 konten yang berada di filesharing, dan 494 konten di situs web,” ujar Plt Kepala Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya.

Read mor