Pandemi Covid-19 Jadi Pelajaran Penting Bisnis Internet

JAKARTA – Pandemi Covid-19 di sisi lain menjadi pelajaran baru bagi seluruh masyarakat. Perilaku yang berubah dalam berbagai aktivitas. Pada akhirnya mengandalkan internet sebagai ‘senjata’ di setiap kegiatan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza saat diskusi tentang ‘Industri Internet di Indonesia Pasca Pandemi’ yang disiarkan secara live di channel Sekretariat APJII, belum lama ini.

“Covid ini ada sisi positif sebetulnya. Ini guru terbaik yang mengubah masyarakat Indonesia bagaimana belajar secara jarak jauh. Dulu, kalau kita mencoba untuk e-learning sangat-sangat susah. Apalagi meeting online dan lain sebagainya. Tapi sekarang, semua orang itu sudah terbiasa melakukan aktivitasnya secara virtual,” kata dia.

Meski begitu, dari sisi bisnis para anggota APJII tidak seluruhnya bisa mereguk untung dari kesempatan ini. Sebab, kebanyakan dari 500 anggota APJII, bisnisnya mengandalkan dari sisi Business to Business (B2B).

Continue reading

APJII Gelar Diskusi Virtual Bahas Industri Internet di Indonesia Pasca Pandemi

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menggelar diskusi virtual bertema “Internet Industry in Indonesia”. Diskusi ini menghadirkan President Director Biznet, Adi Kusma; Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, dan Gunawan Susanto, Country General Manager Amazon Web Services (AWS).

Adi Kusma, President Director Biznet mengatakan, di masa-masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, harus diakui pelanggan Business to Business (B2B) Biznet turun drastis. Barangkali, kata dia, penurunan pelanggannya B2B-nya itu turun lebih dari 30 persen.

“Mungkin pelanggan B2B kami drop sekitar 45 persen,” kata Adi.

Meski begitu, lanjut Adi, pelanggan yang menyasar ke ritel atau perumahan naik. Hal ini karena banyak masyarakat yang beraktivitas di rumah sehingga pada akhirnya penggunaan internet naik.

“Kebutuhan untuk pasar ritel memang meningkat. Namun, value-nya tidak sebanding dengan pasar B2B,” jelasnya.

Continue reading

APJII Donasikan Paket Sembako ke Masyarakat Terdampak Covid-19 di Jakarta, Depok, dan Tangerang

Program APJII Peduli 2020

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyalurkan donasi dari program APJII Peduli untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 di Tanah Air. Donasi yang terkumpul dari para anggota APJII ini antara lain disalurkan ke beberapa wilayah di Jakarta, Depok, dan Tangerang, pada Juni ini.

Eva Marlina, Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga APJII, menjelaskan total ada 1.000 paket sembako yang disumbangkan pada periode waktu tertentu. Misalnya 300 paket semabko disalurkan ke Tangerang, Banten.

“Untuk DKI Jakarta, kami salurkan donasi melalui Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI. Kemudian di Tangerang dan Depok kami bekerja sama dengan sebuah yayasan pondok pesantren. APJII bekerja sama dengan pihak-pihak tersebut supaya donasinya tepat sasaran,” ujar Eva dalam penjelasannya.

Menurutnya, program APJII Peduli ini merupakan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-24 APJII yang jatuh pada Mei lalu. Sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini[pada Maret lalu, APJII sangat peduli dengan perubahan dan dampak yang dialami oleh masyarakat Indonesia. Inilah dasar APJII ingin berpartisipasi aktif membantu kelompok masyarakat yang betul-betul terdampak secara ekonomi dari pandemi ini.

SIARAN PERS: Pendapatan Anggota APJII Turun Hingga 30 Persen Akibat Covid-19

JAKARTA, 22 Juni 2020 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan survei terhadap lebih dari 500 anggotanya yang dilakukan pada 8 Mei 2020 sampai dengan 10 Juni 2020. Survei ini dilakukan terkait dengan dampak Covid-19 terhadap jalannya bisnis serta langkah yang dilakukan anggota APJII menghadapi pandemi ini.

Dalam survei tersebut, terlihat dampak Covid-19 mengakibatkan sebagian besar kontrak kerja menjadi batal atau restruktur ulang perjanjian. Problem ini tentunya mengakibatkan mayoritas pendapatan anggota menurun drastis. 

Hasil survei menyebutkan bahwa 34,5 persen telah terjadi pembatalan dan restruktur (penundaan kontrak) yang dialami anggota APJII. Akibatnya, 44,8 persen pendapatan anggota turun hingga 30 persen.

Pandemi yang entah kapan selesai ini, secara tidak langsung mengancam keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh anggota APJII. Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah pada Maret lalu, roda bisnis anggota APJII pun mulai melambat.

Continue reading

APJII Sumsel Gelar Webinar Series 2 Bahas Desa Internet Mandiri

Webinar APJII Sumsel Bahas Desa Internet Mandiri / Dok. APJII 2020

PALEMBANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kembali webinar series 2, Kamis (18/6). Acara tersebut mengangkat tema ‘Membangun Internet Desa Menuju Desa Digital’ yang disiarkan secara langsung melalui akun Youtube Mr. Sonny Channel.

Dalam agenda itu, menghadirkan 3 pemateri yakni Network Engineer FILKM UIGM, Tasmi; Mercy Tantry, Network Engineer PT Sriwijaya Internet Services; serta Lutfhi Assegaf, Network Engineer PT Sakti Putra Mandiri. Sementara itu, untuk peserta berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, guru SMK TKJ, Dinas Kominfo Banyuasin, Kab Empat Lawang, dan para perangkat desa di wilayah Sumsel.

“Ini merupakan webinar series 2 yang dilakukan oleh pengurus wilayah APJII Sumsel. Sebelumnya dilakukan pada minggu lalu dengan tema ‘Membangun Website dengan Digital Branding Menuju Sukses Bisnis Online’. Nah, di agenda kali ini, pembahasan akan berkutat seputar sisi teknis,” ujar Ketua APJII Pengwil Sumsel, Sony Oktapriandi.

Keseruan webinar seri 2 yang digelar APJII Pengwil Sumsel / Dok. APJII 2020

Menurut Sony, pemilihan tema di webinar kedua ini disesuaikan dengan fokus utama APJII yang ingin mengembangkan Desa Internet Mandiri.

Desa Internet Mandiri merupakan salah satu program APJII untuk mendukung pemerintah dalam pemerataan akses internet. Di sisi lain, program ini merupakan inisiatif kerja sama penyediaan layanan internet broadband bagi masyarakat desa, yang memberikan internet berkualitas bagi warga desa dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan keuntungan komersial bagi institusi milik warga desa atau Bumdes.

Continue reading