APJII dan Pemkot Singkawang Teken MoU Percepatan Akses Internet dan Sosialisasi Desa Internet Mandiri

Wakil Walikota Singkawang Irwan dan Ketua Umum APJII Jamalul Izza di Kantor Walikota Singkawang, Kalimantan Barat, 12 Desember lalu.

SINGKAWANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat. MoU antara APJII dan Pemerintah Kota Singkawang sebagai upaya percepatan pemerataan akses internet di sana sekaligus sosialisasi program Desa Internet Mandiri.

Penandatangan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua Umum APJII Jamalul Izza dan Wakil Walikota Singkawang Irwan di Kantor Walikota Singkawang pada awal Desember tahun ini. Turut mendampingi Jamal, antara lain Bendahara APJII Agus Budi Raharjo, Ketua Bidang Hubungan Antar-Lembaga Eva Marlina, Ketua Bidang Event dan Media Management Much Rifan, dan ketua Bidang Pengembangan Infrastruktur Jaringan Anggota Ida Haryani.

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, mengatakan program Desa Internet Mandiri merupakan insiatif dari Asosiasi untuk menyediakan layanan internet cepat (broadband) bagi masyarakat desa dengan harga terjangkau, serta memberikan keuntungan komersial bagi institusi milik warga desa (Bumdes).

“Prinsip program Desa Internet adalah kerja sama dan kolaborasi antara penyedia jasa internet (anggota APJII), badan usaha milik desa (Bumdes), dan warga desa. Sederhananya, program ini ingin menyediakan layanan internet cepat secara mandiri kepada para warganya,” ujar Jamal.

Menurutnya, program ini juga menawarkan banyak keuntungan bagi desa, baik Bumdes maupun warga. Salah satunya, kecepatan internet yang memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Kemudian layanan ini juga mudah dikelola sendiri oleh warga desa melalui Bumdes.

“Jadi MoU antara APJII dan Pemkot Singkawang akan lebih semakin mengakselerasi desa-desa yang belum terjangkau internet, khususnya di wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.

Revitalisasi Pedestrian Sukses, Walikota Yogya Sarapan Bersama Pengurus APJII



YOGYAKARTA – Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan jajarannya mengundang pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan anggota pemilik kabel fiber optik untuk melakukan sarapan pagi bersama di pedestrian Jalan Sudirman pada Senin (9/12).

Lokasi pertemuan sengaja dilakukan di pedestrian, setelah hampir satu tahun revitalisasi pedestrian dan pembuatan ducting kabel fiber optik di Jalan Sudirman Yogyakarta rampung. Sarapan pagi bersama itu sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya revitalisasi pedestrian tersebut.

Tigor Jonson Purba, Ketua APPJJII Pengurus Wilayah Yogyakarta, mengatakan pada kesempatan sarapan pagi bersama walikota Yogyakarta mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik, serta kerelaan seluruh anggota APJII, pemilik kabel di Jalan Sudirman, yang bersedia memindahkan kabel fiber optiknya ke tiang sementara dan mencabut tiang tiang yang dimiliki selama pengerjaan revitalisasi pedestrian dan pembuatan ducting berlangsung.

“Ini merupakan tonggak sejarah dan diharapkan menjadi contoh ke depan, bagaimana kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melakukan sinergi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan dapat dinikmati oleh semua,” kata Tigor menirukan sambutan walikota.

Menurutnya, setelah pembuatan ducting selesai, selanjutnya penyelenggara telekomunikasi akan segera melanjutkan dengan pemindahan kabel fiber optik ke dalam ducting yang direncanakan selesai pada akhir Desember ini.

Komunikasi yang terjalin baik antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan APJII Pengwil DIY Yogyakarta yang didasari keinginan untuk kemajuan bersama semoga selalu terjaga dan berkesinambungan dalam pembangunan kota Yogyakarta.



Jambore Internet #1.0: Bahas Tren Teknologi dalam Suasana Pedesaan Kawasan Candi Borobudur

Jambore Internet perdana APJII dilakukan secara unik di kawasan desa wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

MAGELANG – Akhir pekan ini, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengadakan cara tidak biasa dan unik. Bertajuk “Jambore Internet #1.0”, acara menarik ini digelar di desa wisata kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Acara unik Jambore Internet #1.0 ini merupakan salah satu program bidang organisasi dan keanggota yang dipimpin oleh Handoyo Taher. Untuk pelaksananya adalah pengurus wilayah APJII Yogyakarta.

“Jambore Internet ini adalah salah satu wujud dari pelaksanaan visi dan misi APJII untuk meningkatkan penetrasi internet dan potensi sumber daya manusia di bidang teknologi secara merata, terutama di pedesaan,” ujar Handoyo.

Kabar Politik Masih Dominasi Hoaks di Indonesia

Ilustrasi Media Sosial (Sumber: Tribun-timur.com)

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi 3.901 hoaks dan berita bohong sepanjang periode Agustus 2018 – November 2019. Khusus di bulan November, terdapat 260 berita hoaks yang beredar di masyarakat.

“Selama bulan November 2019, sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, berita palsu berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sehingga total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 3.901 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu melalui siaran persnya.

Continue reading

APJII dan Pemkot Ambon Teken MoU, Sosialisasi Desa Internet Mandiri, serta Menggelar Seminar Literasi Digital

APJII menjalin kerja sama dengan Pemkot Ambon soal Desa Internet Mandiri.

AMBON – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Ambon. Penandatanganan MoU antara APJII dan Pemkot Ambon sebagai upaya percepatan pemerataan akses internet di wilayah Ambon, sekaligus sosialisasi program Desa Internet Mandiri.

Dalam acara yang digelar di Balai Kota Ambon itu, hadir Ketua Umum APJII Jamalul Izza dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy; serta para pemangku kepentingan setempat.

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, mengatakan program Desa Internet Mandiri merupakan insiatif dari Asosiasi untuk bekerja sama menyediakan layanan internet cepat (broadband) bagi masyarakat desa dengan harga terjangkau, serta memberikan keuntungan komersial bagi institusi milik warga desa.

“Prinsip program ini adalah kerja sama dan kolaborasi antara penyedia jasa internet (anggota APJII), badan usaha milik desa (Bumdes), dan warga desa. Sederhananya, program ini ingin menyediakan layanan internet cepat secara mandiri kepada para warganya,” jelas Jamal.

Continue reading