SIARAN PERS: Pendapatan Anggota APJII Turun Hingga 30 Persen Akibat Covid-19

JAKARTA, 22 Juni 2020 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan survei terhadap lebih dari 500 anggotanya yang dilakukan pada 8 Mei 2020 sampai dengan 10 Juni 2020. Survei ini dilakukan terkait dengan dampak Covid-19 terhadap jalannya bisnis serta langkah yang dilakukan anggota APJII menghadapi pandemi ini.

Dalam survei tersebut, terlihat dampak Covid-19 mengakibatkan sebagian besar kontrak kerja menjadi batal atau restruktur ulang perjanjian. Problem ini tentunya mengakibatkan mayoritas pendapatan anggota menurun drastis. 

Hasil survei menyebutkan bahwa 34,5 persen telah terjadi pembatalan dan restruktur (penundaan kontrak) yang dialami anggota APJII. Akibatnya, 44,8 persen pendapatan anggota turun hingga 30 persen.

Pandemi yang entah kapan selesai ini, secara tidak langsung mengancam keberlangsungan usaha yang dilakukan oleh anggota APJII. Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah pada Maret lalu, roda bisnis anggota APJII pun mulai melambat.

Continue reading

APJII Sumsel Gelar Webinar Series 2 Bahas Desa Internet Mandiri

Webinar APJII Sumsel Bahas Desa Internet Mandiri / Dok. APJII 2020

PALEMBANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kembali webinar series 2, Kamis (18/6). Acara tersebut mengangkat tema ‘Membangun Internet Desa Menuju Desa Digital’ yang disiarkan secara langsung melalui akun Youtube Mr. Sonny Channel.

Dalam agenda itu, menghadirkan 3 pemateri yakni Network Engineer FILKM UIGM, Tasmi; Mercy Tantry, Network Engineer PT Sriwijaya Internet Services; serta Lutfhi Assegaf, Network Engineer PT Sakti Putra Mandiri. Sementara itu, untuk peserta berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, guru SMK TKJ, Dinas Kominfo Banyuasin, Kab Empat Lawang, dan para perangkat desa di wilayah Sumsel.

“Ini merupakan webinar series 2 yang dilakukan oleh pengurus wilayah APJII Sumsel. Sebelumnya dilakukan pada minggu lalu dengan tema ‘Membangun Website dengan Digital Branding Menuju Sukses Bisnis Online’. Nah, di agenda kali ini, pembahasan akan berkutat seputar sisi teknis,” ujar Ketua APJII Pengwil Sumsel, Sony Oktapriandi.

Keseruan webinar seri 2 yang digelar APJII Pengwil Sumsel / Dok. APJII 2020

Menurut Sony, pemilihan tema di webinar kedua ini disesuaikan dengan fokus utama APJII yang ingin mengembangkan Desa Internet Mandiri.

Desa Internet Mandiri merupakan salah satu program APJII untuk mendukung pemerintah dalam pemerataan akses internet. Di sisi lain, program ini merupakan inisiatif kerja sama penyediaan layanan internet broadband bagi masyarakat desa, yang memberikan internet berkualitas bagi warga desa dengan harga terjangkau, sekaligus memberikan keuntungan komersial bagi institusi milik warga desa atau Bumdes.

Continue reading

Traffic IIX APJII Terus Meningkat

JAKARTA–Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) kembali menggelar Ketum Korner, acara bincang-bincang virtual bersama Ketua Umum Jamalul Izza pada 16 Juni 2020. Tema yang dibahas kali ini sangat menarik yakni ‘Optimalisasi IIX APJII’.

Ketum korner sendiri merupakan serangkaian diskusi yang digelar dalam rangka peringatan ulang tahun APJII ke-24. Acara ini menjadi kesempatan berharga para anggota dan pengurus untuk membahas isu-isu tertentu serta mengupdate informasi terbaru di industri internet. Sebelumnya, Ketum Korner sudah dua kali digelar dengan tema relaksasi industri terutama terkait dengan dana universal service obligation (USO).

Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengapresiasi antusiasme anggota yang terlibat aktif dalam diskusi. Ia menegaskan pengurus pusat berkomitmen penuh melakukan update traffic IIX lewat berbagai cara. Saat ini, APJII memiliki IIX yang terpusat di Jakarta dan terkoneksi dengan IIX lainnya yang sudah dibangun di 14 wilayah di Indonesia. 

“Kita melihat terus terjadi peningkatan traffic berkat kerja sama pengurus dan anggota APJII yang selalu melihat bahwa IIX penting buat internet Indonesia,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Ketua Bidang Operasi dan Pengembangan IIX & Data Center APJII Benyamin P. Naibaho juga memaparkan sejumlah perkembangan terbaru. Ia menegaskan APJII selalu berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan berbagai cara. 

Ini misalnya dengan melakukan pemeriksaan rutin ketersediaan daya serta perawatan UPS dan PAC. Demi merespons perkembangan terbaru, anggota NOC dan Tim Squad IIX juga rutin melakukan rapat dua mingguan. “Terkait dengan pandemi Covid-19 ini, tim juga sudah melakukan desinfektan di data center lantai 6 dan lantai 11 APJII,” ujarnya. 

Peningkatan kualitas ini ditujukan agar anggota APJII bisa dilayani dengan baik. Rak Meet Me Room juga sudah diaktifkan sehingga tidak ada anggota yang waiting list. Bahkan APJII juga menyediakan rak cadangan bagi anggota.

Ketum APJII Jamalul Izza berharap agar traffic lokal bisa terus meningkat sehingga bisa mengurangi bandwidth internasional. “Kita ingin Internet Indonesia bisa jauh lebih baik. Semoga kita bisa mewujudkannya bersama-sama dengan para anggota,” ujar Jamal. 

APJII Sumsel Gelar Webinar Membangun Website untuk Branding

Webinar APJII Sumsel / Dok. APJII 2020

PALEMBANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar webinar series bertajuk ‘Membangun Website dengan Digital Branding Menuju Sukses Bisnis Online’, Kamis (11/6).

Acara ini menghadirkan berbagai pembicara seperti Founder Palembang Digital Teknologi, Ebhi Febrian; Rahmi, Founder Sriwijaya Universal Studio; Fatihani Nurqolbiah, Miss Internet Sumsel; serta Sony Oktapriandi, Ketua APJII Sumsel.

Menurut Ketua APJII Sumsel, Sony Oktapriandi, acara webinar yang diadakan ini, merupakan seminar dasar yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait dengan pentingnya membangun website terutama bagi pebisnis.

“Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat mengenai betapa pentingnya membangun website dalam bisnis online,” ungkap Sony.

Selain itu juga, kata Sonny, manfaat dan keuntungan website bagi sebuah brand atau perusahaan adalah kemudahan memberikan informasi terkait perusahaan, sarana komunikasi, alternative media yang lebih murah dan fleksibel, membangun brand dan reputasi, serta platform transaksi pelanggan selama 24 jam.

Continue reading

Ketum Korner Edisi #2: Dari Soal Relaksasi, Survei Online, FTTH, dan Usulan BHP Progresif

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) kembali mengadakan event virtual bertajuk “Ketum Korner” pada Selasa sore (2/6). Ini kali kedua sejak event serupa pada Selasa (19/5), dua pekan lalu.

Ketum Corner menjadi wadah silaturahim, sharing, dan diskusi secara online dengan para anggota Asosiasi, sekaligus pengganti kegiatan offline ketua umum ke daerah-daerah yang tak bisa dilakukan akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Ketum Corner ke-2 ini dipandu oleh Eva Marlina, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Pengurus APJII 2018-2021.

Pada kesempatan ini, Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, mengungkapkan bahwa Asosiasi telah berkirim surat lagi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk meminta perpanjangan pembayaran jatuh tempo kontribusi USO dan BHP Telekomunikasi 2019 yang akan berakhir 30 Juni tahun ini.

“Kami sudah berkirim surat lagi, minta diperpanjang lagi dari batas waktu 30 Juni. Harapannya diperpanjang hingga tahun depan (2021),” ujar Jamal kepada para peserta Ketum Corner.

Untuk memperkuat alasan permintaan perpanjangan penundaan pembayaran kontribusi USO dan BHP telekomunikasi tersebut, Jamal pun mengingatkan kepada para anggota APJII segera mengisi survei online yang dibuat pengurus. Hasil survei ini akan diolah dan dimatrikulasi oleh pengurus untuk dipaparkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan kementerian terkait lainnya soal dampak pandemi terhadap perusahaan jasa internet (ISP) anggota APJII.

Hasil survei tersebut diharapkan bisa memberikan gambaran terkini kondisi ISP anggota APJII dan dampak usahanya akibat pandemi ini.

“Saat ini baru sekitar 50 persen anggota APJII mengisi survei online ini. Tolong dibantu isi surveinya, apalagi batas waktu pengisian survei kami perpanjang hingga 10 Juni ini,” kata Eva, menambahkan.