Di Era Big Data, Lokalisasi Data Penting

Ketua Umum APJII Menjadi Pembicara dalam Acara Digitech dengan Tema Big Data Session / Dok. APJII 2018

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza mengatakan di era digital seperti sekarang ini tak bisa dimungkiri banyak sekali data-data yang dihasilkan. 

Data-data itu sebut saja seperti aktivitas yang dilakukan masyarakat di ranah internet. Semakin lama, data-data itu terkumpul menjadi banyak. Fenomena ini kerap disebut dengan era big data.

Sederhananya, big data ini menggambarkan volume data yang besar. Terstruktur maupun tak terstruktur. Setiap aktivitas di ranah internet, akan menghasilkan data, baik itu foto-foto, transaksi elektronik, ataupun e-mail. Data-data tersebut, sejatinya masuk ke dalam data pribadi yang harus dijaga dan menjadi kedaulatan siber sebuah negara.

Maka itu, dalam diskusi yang bertema Big Data Session yang diselenggarakan oleh Digitech Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), belum lama ini, Jamal menyinggung juga persoalan pentingnya lokalisasi data.  Continue reading

APJII Kembali Gelar Open Policy Meeting

Suasana Saat OPM APJII 2018 / Dok. APJII 2018

JAKARTA—Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) kembali menggelar open policy meeting Bersama ratusan anggota penyelenggara jaringan pada Kamis (29/11/2018).

Open policy meeting (OPM) merupakan ajang rutin tahunan untuk membicarakan berbagai aturan dan kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan jaringan. Dalam memen inilah anggota APJII bisa urun rembuk berbagai hal yang berkaitan terhadap kelangsungan usaha. Continue reading

IDNIC Workshop, Upaya APJII Berikan Layanan Purnajual nan Sempurna

IDNIC workshop session digelar di Jakarta dengan bahas security internet.

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengadakan IDNIC Workshop Session selama dua hari di Jakarta mulai Selasa (27/11). Menariknya, para peserta kali ini kebanyakan datang dari kalangan korporasi, kampus, selain para anggota penyelenggara (ISP dan NAP). Ini bukti bahwa kalangan tersebut mulai peduli terhadap kepemilikan internet protocol (IP)-nya alias tidak hanya menggunakannya.

Adi Kusuma, Ketua Unit IDNIC APJII, menjelaskan workshop rutin ini terdiri dari beberapa kelas yang mengarah pada level advance. Maka itu, topik pembahasan kali ini lebih banyak soal security IP. Namun sebelum membicarakan soal security itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai internet resources management (IRM).

“Sebelum bicara soal security, kami mulai dengan IRM. Sebab itu adalah fondasi sebelum kita bicara hacking, phishing, dan lain-lain,” ujar Adi Kusuma yang dijumpai di arena IDNIC Workshop Session 2018 di salah satu hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11).

Dia menjelaskan, IDNIC workshop ini merupakan kegiatan rutin di APJII. Workshop ini juga menjadi wahana bagi IDNIC untuk menjelaskan dan memaparkan produknya, yakni IP, kepada para penggunanya. Simpelnya, bila diibaratkan kepemilikan kendaraan bermotor, workshop ini menjadi wahana IDNIC untuk menjelaskan layanan purnajualnya kepada pemilik IP. Sehingga harapannya, pemilik IP  lebih peduli dan bisa mengelolanya lebih baik. Hal tersebut relevan, jika mempertimbangkan faktor potensi kejahatan di dunia maya yang memanfaatkan teknologi internet.

“Misalnya, jika terjadi kejahatan di dunia maya, lalu diselidiki oleh pihak kepolisian. Maka itu,  kepemilikan IP harus jelas dan rapih. Siapa yang bertanggung jawab harus jelas. Apalagi banyak juga kejadian, ada IP adress-nya, tapi orangnya sudah tidak ada atau network engineer-nya sudah pindah kerja,” ungkapnya.  Continue reading

Press Release

APJII tak Dilibatkan dalam Proses Relaksasi Kebijakan DNI

JAKARTA – Pemerintah baru saja mengeluarkan paket kebijakan baru melalui Kebijakan Ekonomi XVI tentang dibukanya 54 bidang usaha dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Dari 54 bidang usaha itu, 25 di antaranya terbuka untuk asing 100 persen. Di sektor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), sebanyak 8 bidang usaha yang masuk ke dalam 25 bidang usaha yang 100 persen dibuka untuk asing.

Dikutip dari beberapa media, 8 bidang usaha itu ialah;

1. Jasa sistem komunikasi data

2. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap

3. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi bergerak

4. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi layanan content

5. Pusat layanan informasi atau call center dan jasa nilai tambah telepon lainnya

6. Jasa akses internet

7. Jasa internet telepon untuk kepentingan publik

8. Jasa interkoneksi internet (NAP) dan jasa multimedia lainnya

Dimana mayoritas pelaku usaha di ke 8 bidang usaha tersebut adalah seluruhnya anggota APJII. Continue reading

Pengwil APJII Sulsel Gelar Rakerwil 2018

Pengwil APJII Sulsel melakukan foto bersama anggota selepas Rakerwil 2018 / Dok . APJII 2018

MAKASSAR – Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Rapat Kerja Wilayah 2018 (Rakerwil). Rakerwil pertama ini dihadiri perwakilan perusahaan ISP lokal maupun nasional yang beroperasi di wilayah Sulawesi.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Melia Makassar, Senin (19/11/2018). Agenda dalam Rakerwil ini membahas dan menetapkan program kerja pengurus wilayah APJII Provinsi Sulawesi Selatan periode 2018-2021. Continue reading