SIARAN PERS: APJII Apresiasi Rencana Pengaturan OTT Asing

Ilustrasi Media Sosial (Sumber: Tribun-timur.com)

JAKARTA, Selasa, 2 Februari 2021 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengapresiasi langkah pemerintah untuk mengatur operasional layanan Over The Top (OTT) asing yang beroperasi di Indonesia, terutama soal kewajiban kerjasama dengan operator telekomunikasi.

Pengaturan layanan OTT selama ini memang masih luput baik dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi maupun PP Nomor 52 tahun 2000 tentang Penyelenggara Telekomunikasi. Saat ini pemerintah sedang merampungkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) turunan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja di mana salah satu poin utamanya mengatur operasional OTT di Tanah Air.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza menegaskan pihaknya telah melayangkan surat dukungan kepada lima kementerian; Kementerian Kooordinator Bidang Maritim dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Ini sebenarnya memang kita nantikan selama ini. Lewat beleid ini pemerintah bisa menegakkan kedaulatan siber di Indonesia,” ujarnya.

Continue reading

Cerita Masyarakat Terdampak Gempa Majene atas Bantuan APJII

APJII Sulampua Peduli Gempa / Dok APJII 2021

MAKASSAR – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) bersama warga Keluruhan Sirindu memberikan makan gratis kepada masyarakat terdampak gempa di Tappalang.

Tappalang merupakan titik gempa beberapa waktu lalu serta tempat para pengungsi menyelamatkan diri bersama keluarganya di seputar wilayah kabupaten Majene hingga Mamuju Sulawesi Barat.

Dilaporkan Kawal Berita, Senin (1/2), program tersebut bukan saja diapresiasi oleh para korban gempa dengan menikmati berbagai varian makanan secara cuma-cuma atau gratis.

Namun terlihat para relawan yang mampir beristirahat sembari mengisi ulang daya pada ponsel mereka juga ikut menikmati makanan dan jajanan minuman beserta cemilan yang disajikan.

Continue reading

Bantu Korban Bencana, APJII Dirikan Posko di Majene

Program APJII Peduli membantu korban gempa di Sulawesi Barat

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Wilayah Indonesia Timur membangun dapur darurat untuk korban gemba bumi yang melanda wilayah Sulawesi Barat. Inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi APJII terhadap korban bencana yang melanda Indonesia.

Arry AS, Ketua APJII Sulawesi, Maluku, dan Papua, menjelaskan posko ini didirikan di Kelurahan Sirindu dan Tappalang di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Di posko ini APJII menyediakan makanan siap saji yang bisa dinikmati oleh para korban gempa.

“Ini menjadi bentuk perhatian dan rasa empati kami atas musibah yang menimpa saudara-saudari kita di Sulawesi Barat,” ucap Arry.

Selain menyediakan makanan, APJII juga memberikan akses internet gratis di sejumlah titik pengungsian dengan memanfaatkan perangkat satelit. Arry berharap upaya ini bisa membantu proses pemulihan pasca bencana yang harus dilalui para korban.

Seperti diketahui, kawasan Majene dan Mamuju dihantap gempa berskala 4,8 skala richter pada Sabtu pagi (16/1/2021). Bencana ini memakan korban meninggal hingga 105 orang dan 3.000 orang lebih luka-luka. Gempa juga memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi.

ICON+ Gandeng APJII Sulampua Penuhi Kebutuhan Akses Internet

APJII Sulampua dan ICON+ / Dok. Tribunnews

MAKASSAR – ICON+ berencana menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) untuk memenuhi kebutuhan layanan akses internet di kawasan Indonesia Timur.

“Kami akan bersinergi dan mempererat silaturahmi dengan seluruh anggota penyedia internet service provider (ISP) di lingkup wilayah APJII Sulampua. Ini demi meningkatkan kerja sama yang solid dan maju serta memenuhi kebutuhan layanan akses internet di kawasan Indonesia Timur dengan menggunakan fiber optic,” ujar Manajer Bidang Pendapatan ICON+ SBU Sulawesi & Indonesia Bagian Timur, Eka Widya Purwitasari.

Untuk itu, kata Eka, ICON+ siap berkolaborasi dengan APJII Sulampua dalam mendukung program transformasi digital nasional khususnya di wilayah Indonesia Timur. Hal ini rupanya disambut baik oleh Ketua Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua) Arry AS.

Continue reading

APJII Wilayah Sulampua Akan Sediakan Internet dan Posko Makan Gratis Korban Gempa di Sulawesi Barat

Makassar– Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Pengurus Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) segera mendirikan dapur khusus yang menyediakan makanan siap saji di ‘Posko Makan Gratis untuk Korban Gempa’ di Tappalang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Posko ini akan menawarkan menu makanan variatif yang disajikan secara prasmanan kepada para pengungsi dan masyarakat terdampak gempa bumi khususnya di Tappalang, sebagai pusat gempa dan warga lain di sekitar wilayah Kabupaten Majene hingga Mamuju Sulawesi Barat.

Arry AS, Ketua APJII Pengurus Wilayah Sulampua, mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk membantu masyarakat terdampak gempa dengan membuka Posko Makan Gratis di Kelurahan Sirindu dan Tappalang. Ini sebagai bentuk perhatian dan rasa empati kami atas musibah yang menimpa saudara-saudari kita di Sulawesi Barat.

“APJII Peduli juga akan menyediakan layanan jaringan internet gratis di beberapa titik pengungsian dengan menggunakan perangkat satelit,” kata Arry seperti dikutip dari waktu.co.id, baru-baru ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status penanganan bencana gempa bumi dengan magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat sebagai tanggap darurat. Penetapan status tanggap darurat itu dilakukan Gubernur Sulawesi Barat HM Ali Baal Masdar melalui surat nomor 001/Darurat-SB/I/2021 sejak 15 Januari 2021 sampai 28 Januari.

Pengungsi Hampir 90 Ribu Jiwa

Per Sabtu (23/1), Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Sulawesi Barat melaporkan 89.624 warga Kabupaten Mamuju dan Majene masih mengungsi pascabencana gempa yang melanda wilayah itu.

Jumlah korban meninggal dunia sebanyak 91 jiwa, tiga orang dinyatakan hilang di Kabupaten Majene dan dua orang meninggal di pengungsian. Sedangkan 320 jiwa dengan luka sangat berat masih dirawat di sejumlah rumah sakit, 426 jiwa luka berat, 240 jiwa luka sedang, dan 2.703 jiwa luka ringan.