Tumbuh Pesat, Anggota Pengwil Banten Terus Kejar Penetrasi Internet

Bantuan APJII Banten untuk Korban Tsunami telah Tiba di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang / Dok APJII 2018

Anggota Pengurus Wilayah APJII Banten tumbuh 14% selama tiga tahun terakhir. Dari hanya 10 internet service provider (ISP) lokal saat didirikan pada Juli 2018, setahun kemudian jumlah anggota meningkat hingga 33 perusahaan. Saat ini tercatat ada 43 ISP yang terdaftar di Pengwil APJII Banten. 

Ketua APJII Banten Danang Wijayanto menuturkan pihaknya menghadapi sejumlah tantangan sekaligus peluang ketika mulai merintis kepengurusan wilayah. Mulai dari soal infrastruktur IIX hingga soal progam pelatihan dan sertifikasi. Kini, APJII Banten sudah memiliki berbagai fasilitas pendukung, salah satunya link IX Banten ke IIX sebesar 300 Mbps.

Dalam menjalankan kepengurusan, APJII Banten aktif melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Ini misalnya sosialisasi bersama dengan Balai Monitoring setempat terkait dengan interferensi dan aspek teknis lainnya di lapangan.

Menurut survey APJII, saat ini pengguna internet di Banten mencapai 10 juta atau 65,9% dari total populasi sebesar 13,16 juta. Artinya, masih ada tantangan besar untuk terus melanjutkan penetrasi Internet di provinsi tersebut. 

“Kita juga mendorong penggunaan internet untuk kemajuan pendidikan di Banten,” tutur Danang.

Danang menilai, penggunaan internet di Banten cukup signifikan. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan perusahaan yang berbasis internet dan teknologi. “Tapi, harus lebih dikembangkan lagi terutama di Banten selatan,” jelasnya. 

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Mudah-mudahan kita bisa segera bersinergi dengan instansi terkait,” harapnya.

Ketika bencana tsunami menghantam pesisir Banten pada akhir 2018 silam, Pengurus Wilayah  langsung bergerak cepat membantu korban tsunami. Penyaluran bantuan itu dipusatkan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kala itu, wilayah tersebut belum ada bantuan sama sekali yang diberikan. Sebab daerah itu termasuk kawasan yang terisolir pasca tsunami menerjang.

“Terjadinya bencana tsunami ini sangat memprihatinkan, terutama di wilayah kecamatan Sumur. Sehingga kami memusatkan bantuan di wilayah ini. Alhamdulillah tidak butuh waktu lama, tim kami sudah bisa mencapai lokasi-lokasi yang tidak tersentuh bantuan itu,” jelas Danang.

Tim relawan APJII Banten akhirnya berhasil mencapai ke lokasi-lokasi yang terisolir itu pada Minggu (23/12/2018) pukul 05.00 WIB. Sesampainya di sana, langsung memberikan bantuan kepada para korban. Adapun bantuan yang diberikan meliputi, selimut, popok, susu bayi, mie instant, beras, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, APJII Banten juga memberikan bantuan sarana komunikasi dan listrik yang disediakan melalui genset.

2021total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *