Kasus Dugaan Kebocoran Data BPJS Kesehatan Jadi Pemicu UU PDP Harus Disahkan

Ilustrasi Hacker / Sumber: Liputan6.com

JAKARTA – Belum lama ini, ramai kasus dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan. Disebut-sebut jumlah bocornya data pengguna BPJS tak main-main. 279 juta data milik masyarakat Indonesia diduga dijual di akun bernama Kotz di Raid Forums, raidforums.com. Awalnya, akun Kotz menyebut ada 1 juta data sampel penduduk, dari total 279 juta ini.

Namun berdasarkan investigasi yang dilakukan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), menyebut jumlahnya sampelnya hanya 100 ribu. Untuk mencegah penyebaran data lebih luas dengan mengajukan pemutusan akses terhadap tautan untuk mengunduh data pribadi tersebut.

“Terdapat 3 tautan yang terindentifikasi yakni bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com. Sampai saat ini tautan di bayfiles.com dan mega.nz telah dilakukan takedown, sedangkan anonfiles.com masih terus diupayakan untuk pemutusan akses segera,” ujar Dedy Permadi, Juru Bicara Kemkominfo.

Sementara itu, menurut Direktur Utama BPJS Kesehtaan Ali Ghufron Mukti mengatakan, data yang diduga bocor itu belum dapat dipastikan dari BPJS Kesehatan atau bukan.

“Tapi, bahwa itu mirip, iya,” katanya saat rapat bersama DPR RI.

Terlepas dari itu, Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza, menyatakan bahwa kejadian ini sebelum BPJS Kesehatan pun pernah dialami. Namun, kasusnya menguap begitu saja.

“Yang harus jadi concern kita adalah, bagaimana RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) ini segera disahkan. Jika telah disahkan, maka jaminan perlindungan data pribadi konsumen harus diletakkan paling tinggi. Sehingga bisa menekan risiko-risiko yang saat ini telah terjadi,” ungkapnya.

1976total visits,9visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *