APJII Segera Aktifkan IIX Pontianak

Ilustrasi Data Center / Sumber: nexdatacenter.com

JAKARTA – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tengah mempersiapkan pengembangan Indonesia Internet Exchange (IIX). Pengembangan IIX selanjutnya ini, direncanakan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ketua Bidang Pengembangan Infrastruktur Jaringan Anggota APJII, Urai Ida Sri Haryani.

“Ya, betul. Saat ini sedang dalam proses,” jelas Ida.

Ida melanjutkan, rencana pengembangan IIX di Pontianak pada dasarnya sudah menjadi program APJII, sehingga tahun ini bisa terlaksana. Menurutnya, IIX Pontianak akan memiliki kapasitas 10 Gbps. Hadirnya IIX Pontianak ini juga tak lepas dari dukungan BAKTI melalui PT Palapa Ring Barat.

“Kita usahakan dan targetkan bulan ini IIX Pontianak harus aktif. Skema untuk interkoneksi tetap berbayar. Namun dengan harga minimum. Ini karena seiring dengan program pemerintah bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta agar utilisasi Palapa Ring harus lebih dioptimalkan,” kata Ida.

Continue reading

APJII Siap Berkolaborasi dengan Pengusaha Nahdliyin

Bali–Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mendukung penuh inisiatif ‘Go Digital’ yang dicanangkan oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dalam Forum Bisnis yang digelar di Bali pada 26-28 Maret 2021.

Acara yang dihadiri oleh ratusan pengusaha Nahdliyin dari seluruh Indonesia ini menjadi ajang penting untuk mempererat kerja sama dan kolaborasi digital. Dalam sambutannya, Ketua Umum APJII Jamalul Izza menegaskan pihaknya siap menjalin kerja sama dengan para pengusaha Nahdliyin di setiap daerah untuk menyediakan akses internet.

“Saat ini semua lini usaha sudah serba digital. Jadi kalau di daerah belum ada terjangka internet akan menghambat bisnis,” ujarnya dalam acara tersebut.

Jamal melanjutkan, bentuk kerja sama ini bisa bermacam-macam. Mulai dari penyediaan akses internet melalui program Desa Internet Mandiri, kolaborasi antara unit bisnis Nahdliyin dengan internet service provider (ISP) anggota APJII, hingga akses internet bagi lembaga pendidikan yang dikelola Nahdliyin.

Dalam kesempatan tersebut, Jamal juga mendorong para pengusaha ini untuk membangun lini bisnis start up di setiap daerah dengan melihat potensi usaha yang ada. “Kami siap mendukung penuh kebutuhan internet teman-teman semua,” ujar Jamal di hadapan ratusan pengusaha tersebut.

Para pengusaha tersebut merespons dengan cukup baik. Selama ini, banyak yang menyangka akses internet hanya bisa disediakan oleh operator seluler. Padahal, APJII punya 500-an anggota yang tersebar di berbagai daerah yang terbuka segala bentuk kerja sama. Jamal pun berharap ini bisa menjadi langkah awal untuk menjajaki kolaborasi saling menguntungkan di masa mendatang.

Ketum APJII: Indonesia Pantas Jadi Hub Internet Dunia

Ketua Umum APJII Jamalul Izza / Sumber foto: buletindewata

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza mengatakan, negeri ini sudah lama mendambakan menjadi salah satu hub internet di dunia.

“Saya selalu membayangkan jika Indonesia ini bisa menjadi salah satu hub internet di dunia,” jelas Jamal dikutip dari Merdeka.com.

Pernyataannya itu, terlontar manakala Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi berambisi agar kabel internet bawah laut tak lagi lewat Singapura. Melainkan, langsung ke Indonesia.

Selama ini jaringan kabel internet bawah laut Indonesia dari Amerika Serikat (AS) harus melalui Singapura sebagai hub. Dalam peta submarine cable map, Singapura merupakan titik tumpu alur kabel bawah laut di kawasan.

“Kita ingin kabel fiber optic langsung Jakarta tujuan akhirnya, tidak perlu ke tempat lain. Kita harus jadi hub,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Jamal, ada banyak keuntungan bagi Indonesia jika menjadi salah satu hub internet di dunia. Satu di antaranya adalah menjadi penghubung internet bagi negara-negara yang dekat dengan Indonesia. Bila ini terjadi, maka negeri ini akan diuntungkan dari banyak hal, salah satunya ekonomi nasional.

“Kalau dari sisi teknis, salah satunya adalah latensi internet. Maka, kita sudah semestinya untuk tidak tergantung lagi dari hub internet di Singapura,” ungkap dia.

Continue reading