SIARAN PERS APJII: Pekerja Bidang Jaringan Telekomunikasi Siap Divaksin

Ilustrasi pekerja / Sumber: InvestorDaily/ Antara

JAKARTA, SENIN, 22 Februari 2021 – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan seluruh pekerja lapangan pada bidang jaringan telekomunikasi siap untuk menerima vaksin Covid-19.

Ketua Umum APJII, Jamalul Izza menyatakan saat ini berdasarkan data internalnya terdapat lebih dari 100 ribu pekerja jaringan telekomunikasi yang berada di garda terdepan.

“Mereka adalah garda terdepan dalam menangani jaringan telekomunikasi. Terlebih, kala masyarakat harus selalu terkoneksi internet di rumah untuk melakukan aktivitasnya baik bekerja, belajar, maupun beribadah, para pekerja jaringan di lapangan selalu sigap untuk melayani,” ungkap Jamal.

Maka dari itu, APJII sebagai organisasi internet terbesar di Indonesia seluruh anggotanya sangat mendukung pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan siap melakukan vaksinasi terhadap pekerjanya, terutama pekerja lapangan.

“Kami harapkan pemerintah juga melihat upaya para pekerja jaringan telekomunikasi sebagai garda terdepan melayani masyarakat ketika pandemi Covid-19 menjadi prioritas vaksinasi,” kata Jamal.

Jamal pun berharap, dengan adanya vaksinasi Covid-19 dapat memberikan harapan baru untuk bisa kembali beraktivitas secara normal.

*Tentang APJII*

APJII adalah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang berdiri sejak 15 Mei 1996. Mulai dari 2016, APJII adalah organisasi yang terbuka bukan hanya untuk penyelenggara jasa telekomunikasi saja tapi juga untuk seluruh institusi Indonesia yang menggunakan atau bekecimpung dalam Teknologi Internet. Untuk informasi lebih lanjut mengenai RIlis Media ini, silahkan email ke sekretariat@apjii.or.id atau ke sekjen@apjii.or.id. Informasi lebih lengkap tentang APJII dapat dilihat di http://www.apjii.or.id atau follow Twitter APJII @APJII.

810total visits,7visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *