Olimpiade Jaringan 2020 Bakal digelar Virtual

JAKARTA–Pandemi tidak menghambat Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan PT Citraweb Solusi Teknologi untuk kembali menggelar Olimpiade Jaringan Mikrotik.

Gelaran yang sudah berlangsung empat tahun terakhir ini kembali diadakan dengan format berbeda. Valens Riyadi yang mewakili pihak Mikrotik menyebutkan olimpiade tahun ini akan digelar secara virtual demi menyesuaikan kondisi terkini. Konsepnya masih sama dengan acara tahun-tahun sebelumnya. Peserta berasal SMK yang memiliki jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), jurusan Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA), atau sekolah yang tergabung dalam Mikrotik Academy. 

Kendati demikian, ada sejumlah penyesuaian yang diterapkan panitia. Jika biasanya diadakan seleksi per wilayah secara langsung, tahun ini seleksi dilakukan secara nasional dengan sistem pendaftaran online. Selain memenuhi syarat-syarat administrasi seperti biasa, peserta juga wajib mengirimkan karya tulis dengan tema Mikrotik, baik dari sisi software maupun hardware. Pendaftaran bisa dilakukan di laman www.olimpiade.mikrotik.id.

“Pendaftaran kami buka mulai 1 Agustus sampai 31 Agustus 2020 pukul 12.00 WIB,” ujar Valens saat bincang virtual menjelaskan tata cara Olimpiade pada Kamis (9/7/2020).

Panitia tidak membatasi format karya tulis. Ini bisa dalam bentuk tulisan Microsoft Word maupun presentasi lewat Powerpoint. Hanya saja, saat mengirimkan karya peserta wajib mengubahnya dalam bentuk PDF. Menariknya, peserta juga disarankan mengirim video penjelasan mengenai karya tulis tersebut atau materi pendukung. “Intinya kita memberikan kebebasan kepada peserta untuk mengeksplorasi tema karya tulisnya,” Valens menambahkan.

Kendati demikian, panitia juga memberikan kisi-kisi karya tulis seperti apa yang akan menarik minat juri. Pertama, penguasaan materi. “Karya yang mengkombinasikan dua fungsi atau lebih akan punya bobot tinggi,” ujar Valens. Kedua, originalitas dan kreativitas. Dalam hal ini panitia mencari bentuk tulisan yang belum banyak diulas orang lain. Karya yang diperkaya dengan studi kasus juga akan menarik perhatian. Ketiga, asas manfaat. Keempat, format penulisan.

Setelah lolos seleksi administrasi dan mengirimkan karya tulis, sekolah sudah otomatis terdaftar sebagai peserta Olimpiade. Tahap selanjutnya adalah tes tertulis yang dilanjutkan dengan praktik dan wawancara secara virtual. Pihak panitia berharap Olimpiade ini akan selesai di bulan Oktober. “Hadiahnya mudah-mudahan masih sama dengan tahun sebelumnya,” kata Valens. 

Meskipun formatnya sedikit berbeda, syarat mengikuti Olimpiade virtual ini tidak banyak berubah. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri dari dua orang siswa yang didampingi seorang guru. Setiap tim juga wajib mengantongi surat resmi dari pihak sekolah untuk mengikuti kegiatan ini.  “Peran guru di sini hanya sebagai pendamping. Bukan yang buat karya tulisnya,” Valens menegaskan. 

Olimpiade Mikrotik merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong penguasaan ilmu jaringan oleh siswa-siswa SMK. Ini didasari fakta kemampuan mengelola jaringan ini adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini.

Tahun lalu tidak kurang dari 520 sekolah berpartisipasi dalam acara ini. Dengan format virtual semacam ini panitia berharap pesertanya bisa lebih banyak lagi. “Tahun-tahun sebelumnya banyak sekolah mengeluhkan tidak punya biaya untuk ongkos transportasi. Mudah-mudahan olimpiade virtual tahun ini bisa membantu mengatasi persoalan tersebut,” tutup Valens. 

822total visits,11visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *