APJII dan Pemkot Ambon Teken MoU, Sosialisasi Desa Internet Mandiri, serta Menggelar Seminar Literasi Digital

APJII menjalin kerja sama dengan Pemkot Ambon soal Desa Internet Mandiri.

AMBON – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Ambon. Penandatanganan MoU antara APJII dan Pemkot Ambon sebagai upaya percepatan pemerataan akses internet di wilayah Ambon, sekaligus sosialisasi program Desa Internet Mandiri.

Dalam acara yang digelar di Balai Kota Ambon itu, hadir Ketua Umum APJII Jamalul Izza dan Walikota Ambon Richard Louhenapessy; serta para pemangku kepentingan setempat.

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII, mengatakan program Desa Internet Mandiri merupakan insiatif dari Asosiasi untuk bekerja sama menyediakan layanan internet cepat (broadband) bagi masyarakat desa dengan harga terjangkau, serta memberikan keuntungan komersial bagi institusi milik warga desa.

“Prinsip program ini adalah kerja sama dan kolaborasi antara penyedia jasa internet (anggota APJII), badan usaha milik desa (Bumdes), dan warga desa. Sederhananya, program ini ingin menyediakan layanan internet cepat secara mandiri kepada para warganya,” jelas Jamal.

Program ini, lanjut Jamal, juga menawarkan banyak keuntungan bagi desa, baik Bumdes maupun warga. Salah satunya, kecepatan internet yang memadai, sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Kemudian layanan ini juga mudah dikelola sendiri oleh warga desa melalui Bumdes.

“Maka itu, MoU antara APJII dan Pemkot Ambon akan lebih semakin mengakselerasikan desa-desa yang belum terjangkau internet, khususnya di wilayah Ambon,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei penetrasi internet tahun 2018 APJII bersama Polling Indonesia, saat ini jumlah pengguna internet di republik ini mencapai 171,17 juta dari populasi . Sementara, kontribusi pengguna internet di Provinsi Maluku secara nasional masih rendah. Kontribusinya baru 0,6 persen.

Jika dibedah lebih detail, pengguna internet di Provinsi Maluku baru mencapai 60 persen. Ini artinya, masih ada 40 persen masyarakat di Provinsi Maluku yang belum terkoneksi internet. Apalagi untuk kawasan rural secara nasional, masih terdapat 38,4 persen masyarakatnya belum terkoneksi internet, atau baru 61,6 persen warga rural yang menggunakan internet.

7437total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *