Perlindungan Data Pribadi Mutlak Diperlukan

Ketua Umum APJII Jamalul Izza menekankan pentingnya perlindungan data pribadi.

JAKARTA – Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terkait dengan kedaulatan data. Apalagi di zaman era digital saat ini. Hal tersebut disampaikannya dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR RI pada Jumat, (16/08/2019). Menurutnya, negeri ini harus sigap dalam menghadapi ancaman kejahatan siber, salah satunya adalah penyalahgunaan data pribadi.

“Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak,” ujarnya.

Pernyataan Presiden Jokowi itu ditanggapi oleh Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza. Menurutnya, dengan semakin meningkatnya pengguna internet di Indonesia yakni 171,17 juta jiwa, maka mutlak hukumnya regulasi perlindungan data pribadi harus segera diterbitkan.

“Harus ada kepastian keamanan data bagi setiap warga negara. Sebab hal ini penting karena sebagai bentuk melindungi kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia sendiri,” jelasnya.

Continue reading

APJII Sulawesi Selatan Berkurban Bersama Tunanetra

APJII Wilayah Sulsel Berqurban Bersama Saudara Tunanetra, Makassar, Minggu (11/08/2019) – Dok. APJII 2019

MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1440 H, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan aksi peduli sosial terhadap masyarakat khususnya penderita tunanetra.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami dari APJII pengurus wilayah Sulsel,” ujar Ketua APJII Pengwil Sulse, Arry Abdi Syalman.

Lebih lanjut, Arry mengatakan, sebagai perwakilan APJII di Indonesia Timur yang mengkoordinatori wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, APJII Sulsel menyalurkan donasi dari beberapa beberapa perusahaan anggota melalui kegiatan ‘APJII Berqurban Bersama Saudara Tunanetra’.

“Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu saat Hari Raya Idul Adha bertempat di Panti Asuhan Yayasan Pembina Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar,” jelasnya.

Continue reading

Press Release: Hadapi Industri 4.0, Kesiapan SDM Mutlak Diperlukan

Jamalul Izza, Ketua Umum APJII (kanan), menjadi narasumber salah satu diskusi di Jakarta, Sabtu lalu (3/8).

JAKARTA – Sumber daya manusia (SDM) mutlak dipersiapkan untuk menghadapi era industri 4.0. Sebab, mau tidak mau, kesiapan SDM merupakan hal yang paling mendasar menghadapi perubahan zaman.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Jamalul Izza, harus diakui sejauh ini SDM di negeri ini masih kurang persiapan menghadapi era baru ini.

“Bicara industri ini, kita (SDM) belum siap,” katanya saat diskusi tentang era industri 4.0 di Jakarta.

Belum siapnya SDM menyambut industri 4.0 ini lebih kepada pemerataan keterampilan di seluruh daerah di Indonesia. Lain cerita jika SDM yang berada di kota-kota besar. Barangkali mereka sudah siap lantaran fasilitas pendukungnya ada.

“Ini kan bicara soal Industri 4.0 ya. Bukan hanya SDM yang ada di kota besar saja. Penting juga memperhatikan SDM-SDM yang berada di daerah,” jelas Jamal.

Dia juga menyontohkan kegiatan APJII untuk berkontribusi menyiapkan SDM yang siap menghadapi industri 4.0, yakni rutin menggelar pelatihan-pelatihan bagi siswa SMK. Tak hanya itu saja, pelatihan-pelatihan yang digelar pun bersertifikasi. APJII telah menggelar pelatihan bersertifikat di 13 pengurus wilayah.

“Ini penting karena sekarang zamannya sudah perlu sertifikasi saat akan menghadapi dunia kerja. Apalagi adanya MEA yang akan membuat persaingan dunia kerja antar negara begitu ketat. Maka itu, APJII rutin menggelar pelatihan-pelatihan sebagai wujud kontribusi kami menyiapkan SDM berkualitas untuk menghadapi industri 4.0,” terangnya.

Maka itu dari sisi pemerintah, kata dia, perlu secara serius mempersiapkan SDM yang berkualitas dengan meningkatkan pelatihan-pelatihan khususnya di bidang teknologi.