Gelar Literasi Digital, Ketum APJII Singgung Potensi Aceh

BANDA ACEH – Upaya APJII membumikan literasi digital diperluas ke berbagai wilayah. Kali ini giliran Provinsi Aceh yang menjadi tuan rumah edukasi tersebut. Bertempat di Gedung ACC Sultan Selim II, Banda Aceh, APJII bersama Sobat Cyber Indonesia dan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) menggelar seminar dan lokakarya bertemakan literasi digital pada 1 April 2019.

Sejumlah tokoh penting menjadi pembicara dalam acara tersebut. Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjadi keynote speaker. Selain itu ada juga Ketua Umum APJII Jamalul Izza, Ketua PANDI Andi Budimansyah, Ketua Diskominfo Aceh Marwan Nusuf, Miss Internet Indonesia Nathasya EJ Silaen, Founder DIMA DECO DEMI Ali Akbar, dan Ketua Digital Lounge Fajar Ary Prabowo.

“Literasi digital dapat menangkal penyebaran hoaks yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat,” ungkap Ketum APJII Jamalul Izza yang merupakan putera daerah Aceh.

Menurutnya, cakupan literasi digital sangat luas. Masyarakat harus tahu bagaimana memanfaatkannya dengan bagus dan berguna untuk umum. Di sektor digital ekonomi misalnya, saat ini tengah menjamur perusahaan rintisan yang turut membangun industri digital.

Sebelumnya, APJII telah melakukan survei terkait hoaks di Indonesia dengan jumlah responden 1.116 orang. Ada lima kategori jenis hoaks yang tinggi yaitu politik (91,8%), SARA (88,6%), kesehatan (41,2%), makanan dan minuman (32,6%), dan penipuan keuangan (24,5%)

“Kita ingin membangun netizen yang cerdas. Ini adalah program APJII,” katanya.

Parahnya lagi, sebagian besar berita bohong yang disebarkan dilakukan dengan sengaja (90,3%). Jenis hoaks lain dengan tujuan menghasut sebanyak 61,6%, tidak akurat 59%, hingga ramalam fiksi ilmiah (14%).

Sebagai tuan rumah seminar, Jamal menilai literasi digital di Aceh sebenarnya cukup baik. Wilayah Aceh juga sangat strategis untuk pengembangan kawasan teknologi karena posisinya di ujung Barat Indonesia. Dengan demikian, Aceh bisa menjadi pusat penghubung jaringan internet bagi daerah lainnya di Sumatera. Sayangnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan.

Jamal juga berupaya mendorong APJII agar lebih agresif memasuki wilayah Aceh. “Saya sudah meminta teman-teman APJII masuk Aceh, karena kita ingin memberikan Aceh banyak pilihan provider. Kalau banyak yang masuk maka layanan makin bagus,” ujarnya.

Jamal menambahkan untuk mewujudkan penetrasi internet, masyarakat dan pemerintah harus berkolaborasi. Dukungan dan komitmen pemerintah harus diperlihatkan secara kongkret lewat berbagai kegiatan termasuk memperbanyak literasi digital.

296total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *