APJII Kembali Gelar Grand Final Miss Internet Indonesia

Audisi MII 2017 di Jateng / Dok Miss Internet

TANGERANG – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memulai pagelaran Miss Internet Indonesia 2018. Pemilihan gadis cantik dengan konsep unik ini akan menjadi ajang mengkampanyekan penggunaan internet kreatif , menggabungkan kontes kencantikan dengan intelektualitas di bidang teknologi.

“Seperti apa teknologi itu bisa membuat kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Peserta musti punya pengetahuan tentang bagaimana blogging, menjadi Youtubers itu bagaimana, tidak melulu hanya menjadi trend setter tapi juga menginspirasikan orang, memberi contoh ke masyarakat secara luas,” ujar Ketua Umum APJII Jamalul Izza ada konferensi pers kick off di Hotel Lemo, Tangerang Selatan.

Jamal berharap ajang ini bisa ditujukan untuk mendukung berbagai program pemerintah seperti untuk menekan hate speech, dan meningkatkan semangat nasionalisme, serta meningkatkan sentimen positif di Indonesia terkait berbagai hal melalui internet.

“Sekarang kan banyak di dengungkan bela negara, itu kan tidak melulu harus baris-berbaris, bela negara juga bisa dalam dunia cyber. Bagaimana netizens bisa menyadari kira-kira misalnya pemberitaan macam apa yang bisa bikin negara terpecah belah, atau bentuk lainnya dalam kaitan keamanan berinternet atau cyber security,” kata Jamal.

Pemenang Miss Internet 2018 juga di harapkan menjadi duta untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

“Bagaimana produk-produk Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri, contohnya produk teknologi seperti mobile application, online shopping, dan lain-lain. Bagaimana dan seperti apa para peserta mempresentasikan hal-hal semacam itu,” kata Jamal.

Kedepannya, APJII berharap bisa mengadakan kontes lainnya dalam skala nasional untuk mempromosikan visi dan misi asosiasi, diantaranya kontes yang berkaitan dengan dunia cyber, pendidikan tentang Internet dan techno-preneurship.

Pemenang kontes Miss Internet Indonesia akan dinobatkan menjadi duta utama APJII selama satu tahun dan menerima hadiah uang tunai ratusan juta rupiah.

Marsya Gusman, gadis cantik yang saat ini mengemban amanat sebagai Miss Internet 2017 mengakui ajang ini telah menjadikan loncatan penting di karier dan kehidupannya.

“Selama saya menjadi Miss Internet, saya banyak berkeliling daerah di Indonesia menjadi duta slogan APJII ‘internet bersama’ atau bersih, selektif, dan aman. Saya banyak bertemu pelaku teknologi dan industri penting yang sangat memperkaya jaringan saya,” ujar Marsya.

Penyisihan Miss Internet Indonesia 2018 akan dihelat di 12 kota wilayah APJII, dalam kurun waktu dua bulan. Agenda penyisihan akan dimulai di Medan. Usai fase penyisihan wilayah itu, puncaknya akan dihelat Grand Final pemilihan Miss Internet Indonesia 2018 pada 28 April 2018 di ICE BSD, Serpong, Tangerang, Banten. Di grand final tersebut akan terpilih seeorang Miss Internet Indonesia 2018 yang berhak mengemban tugas penting sebagai duta APJII.

Cara Daftar dan Seleksi Miss Internet Indonesa 2018

Seleksi penyisihan Miss Inpternet Indonesia 2018 akan sepenuhnya menggunakan metode online. Caranya cukup mudah, para pendaftar yang memenuhi persyaratan hanya perlu membuat vlog di Vidio.com.

Syarat-syarat mengikuti seleksi Miss Internet Indonesia pun cukup mudah. “Perempuan usia 18-25 dan menyukai teknologi adalah syarat utamanya,” ujar Sekretaris Jenderal APJII Henry Kasyfi.

Menurut Henry, untuk menjadi Miss Internet, seseorang tak perlu menjadi “nerd” atau “geek”. Namun, dia cukup memiliki pemahaman yang baik mengenai teknologi internet.

Teknis pemilihan, lanjut Henry, vlog yang telah diunggah para pendaftar tersebut akan diseleksi di tiap daerah hingga terpilih 50 kontestan Miss Internet Wilayah. Para kontestan wilayah itu akan berlomba di masing-masing daerah. Dua kontestan terpilih di daerah itu akan mengikuti Grand Final Missp Internet Indonesia 2018.

1116total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *