Miss Internet dan Literasi Digital

Miss Internet Indonesia Marsya Gusman sedang memberikan paparan / Dok. Miss Internet Indonesia

JAKARTA – Bukan perkara mudah menjalani peran sebagai Miss Internet Indonesia. Sebagai duta dunia digital, ia harus mampu menjembatani kepentingan bisnis dan sosial di masyarakat. Miss Internet juga harus mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan Internet untuk tujuan positif.

Itulah yang dirasakan oleh Marsya Gusman, Miss Internet Indonesia saat ini. Marsya harus mengunjungi berbagai kota di Indonesia untuk menjalankan tugasnya sebagai duta internet ke masyarakat. “Belum lama ini saya road show ke Surabaya, Lubuk Linggau, Bandung, dan Lampung,” ujarnya.

Setiap berkunjung ke setiap kota, Marsya selalu ditemani mitra lokal yang juga peduli tentang dunia Internet. Bahkan di Lubuk Linggau, gadis berusia 23 tahun ini mengampanyekan interner sehat kepada murid-murid SMP bersama ibu walikota.

Tema yang diangkat oleh Miss Internet memang tidak jauh-jauh dari internet sehat di kalangan anak-anak dan keluarga. Tidak heran jika murid-murid sekolah SD, SMP, dan SMA seringkali menjadi target utama. Topik pembahasan pun bukan hal-hal yang teknis, tetapi lebih kepada saran dan tips menggunakan internet di era saat ini.

“Misalnya apa yang harus dilakukan orang tua kalau anaknya nonton Youtube? Apakah harus dibatasi?,” tambahnya.

Tidak hanya menyasar anak-anak dan keluarga, Miss Internet juga banyak melakukan roadshow ke kampus-kampus. Saat di Bandung misalnya, Marsya mengunjungi Sekolah Tinggi Telkom dan Universitas Padjajaran.

Kepada para mahasiswa, tema literasi digital biasanya menjadi tema pembahasan. Hal ini misalnya mencakup bagaimana menggunakan menggunakan Internet yang baik dan bisa meningkatkan produktivitas. Tidak heran jika Miss Internet sering juga berbicara di ajang workshop mengenai digital marketing, bisnis online, personal branding, atau isu-isu lainnya yang sedang marak di dunia Internet.

Menurut Marsya, sosialisasi semacam ini sangat penting dilakukan di masyarakat. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan internet secara bijak sehingga sering menjadi korban berita hoax dan proganda. Selain itu, pemanfaatan Internet juga masih sangat terbatas untuk hal-hal yang kurang produktif. “Padahal dengan Internet kita bisa berkarya,” tuturnya.

Sebagai Miss Internet, Marsya memang punya peran yang sangat penting sebagai jembatan antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan masyarakat. Sebagai organisasi profesional dan pebisnis, fokus utama APJII tentu menghasilkan keuntungan dan keberlanjutan usaha. Namun, di balik itu APJII sejatinya juga memikul tanggungjawab besar untuk mengedukasi masyarakat. Di sinilah Miss Internet membantu APJII memikul tanggungjawab tersebut.

“Semakin besar jangkauan Internet di Indonesia, semakin besar juga tanggungjawab pebisnis untuk mengedukasi masyarakat di seluruh pelosok negeri,” ungkap Marsya.

Kegiatan Marsya sebagai Miss Internet memang masih panjang. Berbagai agenda sosialisasi sudah menunggu untuk dikerjakan. Salah satunya adalah gerakan perempuan berkarya untuk mengarusutamakan peran wanita dalam dunia internet. Acara ini rencananya akan digelar di Aceh dalam waktu dekat ini. Kegiatan ini tentu saja menarik. Patut ditunggu bagaimana Miss Internet menjadi bagian tidak terpisahkan dalam perannya menjadikan masyarakat Indonesia bijak berinternet ria.

 

76total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *