APJII Dukung Universitas Riau Bentuk Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

MoU & FGD Pembentukan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Riau / Dokumen APJII Riau

PEKANBARU – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) wilayah Riau baru-baru ini diajak berdiskusi bersama Universitas Riau atau UR beserta stakeholder. Tujuan dari diskusi tersebut untuk membahas mengenai pembentukan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi di Universitas tersebut.

Acara itu dihadiri oleh seluruh stakeholder terkait dan pihak akademisi yang dilakukan pada Sabtu, (21/10), bertempat di Ballroom Hotel Ayola First Point, Pekanbaru, Riau.

“Pihak universitas meminta dukungan dari seluruh komunitas dan asosiasi Teknologi Informasi (TI) se-Riau agar pengusulan Fakultas tersebut bisa tercapai. Kami dari APJII Riau juga diminta dukungannya dan kami mendukung rencana itu,” kata Ketua APJII Riau, Didi Winarsyah.

Bentuk dukungan APJII Riau, menurut Didi, tak sekadar surat rekomendasi semata. Melainkan juga nantinya memberikan materi-materi yang berhubungan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini. Hal itu, kelak akan sangat dibutuhkan bagi para lulusannya untuk bersaing di bidangnya.

“Sekaligus menyerap para lulusannya untuk bekerja di tempat kami,” ungkap Didi.

Universitas Riau merupakan perguruan tinggi negeri yang berdiri sejak 1 Oktober 1962. Saat ini di usia yang ke-55 tahun, UR telah memiliki 9 Fakultas dan 1 program studi. Praktis, dengan nantinya berdiri Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, UR dapat lebih berkontribusi untuk Provinsi Riau dari sisi digitalisasi.

Pada dasarnya, UR telah memiliki program studi terkait teknologi informasi. Namun, belum menjadi satu Fakultas. Seperti program studi Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Kedua jurusan tersebut masih terpisah.

Program studi Ilmu Komputer masuk dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA). Sementara program studi Teknologi Informasi, berada di bawah payung Fakultas Teknik.

“Dengan antusiasnya era digital saat ini, pihak Universitas ingin membuat fakultas tersendiri yang terkait dengan teknologi informasi. Di awal, nama fakultasnya adalah Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Tapi dalam diskusi sepertinya akan menjadi Fakultas Teknologi Informasi dan Digital Inovasi,” jelas Didi.

Acara MoU itu diisi pula dengan diskusi terkait peran universitas di sektor TI. Dalam hal ini peran UR sebagai perguruan tinggi negeri yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap perkembangan teknologi informasi di Riau.

1071total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *